tulis apapun!!

belajar nge-blog dengan hati..

User Login

On 2 komentar

Berapa jauh kau akan pergi? Ratusan kilo? Kamu tega. Aku merindumu, bahkan jika selisih jarak kulit kita hanya selebar dua jari kelingking. Kau memotong hatiku menjadi dua bagian. Sebagian lantang berteriak JANGAN PERGI. Sebagian lainnya, mati-matian mendukung pilihanmu.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Satu siklus lebaran? Kamu kejam. Aku merindumu, bahkan belum sempat karbon dioksida keluar dari hidung kita. Satu tarikan napas. Kau melukis hatiku dengan tinta hitam putih. Sebelah kau biarkan menyala terang dengan cinta dan kasih. Sebelahnya lagi, kau biarkan gosong dalam cemas dan ketar-ketir.

Berapa berat renjana yang mesti kita gotong? Seberat gunung?
Berapa harum?
Berapa tinggi?

Cinta ... jika kau mendengar desah napas saat sepi, kita akan bertemu. Jika kau menatap bola mata yang sesekali kerjap atas laut dan hutan di sekelilingmu, cinta sedang berkomplot menemukan kita. Tak peduli jauh, lama, berat, tinggi dll. Berapa saja, yah ... berapa saja!

On 0 komentar


“Apa yang ingin dihembuskan, jika udaranya tak ada?” Apa yang ingin anda tuliskan, jika jarang membaca? Sebagai penulis, ide memang bisa datang darimana saja. Tapi, pengalaman anda tak cukup luas untuk terus menerus digerus ke dalam cerita fiksi atau artikel nonfiksi. Pengetahuan anda (jika tak terus ditambah) akan habis suatu detik nanti. Dan apa lagi yang hendak ditulis?

Stephen King pernah berkata, “If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot.” Yah ... King meletakkan kata “membaca” lebih dahulu dibandingkan “menulis”. Betapa membaca begitu penting, bukan?

Membacalah ...! Dan realitas menjanjikan anda dua kebahagian sebagai penulis: ILMU, yang (mungkin) berguna bagi kehidupan. IDE, yang (pasti) berguna bagi tulisanmu.

Yakinlah, seberapa besar tekad anda untuk membaca, akan berbanding lurus dengan keberhasilan tulisan anda, meski ia—membaca, bukan satu-satunya “kunci” membuka pintu ke sana.

Musikus sekelas Giring Nidji adalah seorang kutu buku. Bahkan di waktu senggang, ia juga mewariskan kecintaannya terhadap buku kepada dua anaknya; membacakan buku favorit mereka seperti dragonball atau naruto. (femina 11 agustus 2012)

Seorang penulis yang gemar membaca, tercermin dari tulisan-tulisannya yang cerdas, tidak membodohi, dan beragam. Masihkah kita mau terus-terusan menulis dari “angin”? Saya sih ogah, Semangat membaca ...! *nyesal baru mulai gemar baca (dan belum gemar-gemar amat)
                                                           

On 0 komentar

Teman-teman blogger Indonesia, dapatkan inspirasi blog kamu dari VOA untuk dapatkan kesempatan memenangkan iPad2! VOA mengadakan Kontes Ngeblog VOA yang dimulai pada 1 Desember 2011 dan digelar selama setahun penuh.

Bagaimana cara ikutan Kontes Ngeblog VOA?
...Cari acara atau berita VOA yang menarik perhatianmu.
...Ceritakan dalam blogmu dan kirimkan tautannya ke VOA. Formulir pendaftaran akan tersedia setelah kontes dimulai.
...Setiap bulannya, VOA akan memilih tulisan yang paling mengena dan mendalam sebagai blog terbaik.
Hadiahnya? Sebuah iPad2 setiap bulannya, plus iPod dan berbagai hadiah menarik lainnya. Jadi, walaupun kamu hanya bisa memenangkan hadiah utama sekali, kamu punya banyak kesempatan untuk memenangkan hadiah-hadiah dari VOA karena Kontes Ngeblog VOA berlangsung sampai November 2012.
Berikut di bawah ini, keterangan selengkapnya mengenai Kontes Ngeblog VOA...
PERSYARATAN:

1.  Kontes Ngeblog VOA ini terbuka untuk umum. Staf VOA dan kontraktor yang bekerja untuk VOA, termasuk keluarganya, tidak diperbolehkan mengikuti kontes ini.

2. Kontes Ngeblog VOA diadakan secara bulanan selama setahun, dan dimulai sejak bulan Desember 2011. Blog yang ditulis dan diterbitkan pada bulan tertentu harus sudah diterima oleh panitia melalui formulir di website di VOAIndonesia.com selambat-lambatnya tujuh hari sesudah hari terakhir bulan tersebut. Pemenang akan diumumkan enam minggu sesudah tenggat waktu. Berikut jadwal selengkapnya:

Bulan Tenggat Waktu Pengumuman
Desember 2011 7 Januari 18 Februari
Januari 2012 7 Februari 20 Maret
Februari 2012 7 Maret 18 April
Maret 2012 7 April 19 Mei
April 2012 7 Mei 18 Juni
Mei 2012 7 Juni 19 Juli
Juni 2012 7 Juli 18 Agustus
Juli 2012 7 Agustus 18 September
Agustus 2012 7 September 19 Oktober
September 2012 7 Oktober 18 November
Oktober 2012 7 November 19 Desember
November 2012 7 Desember 18 Januari

3. Panitia berhak untuk menghentikan Kontes Ngeblog VOA bila kemudian jumlah peserta tidak memenuhi persyaratan untuk dilakukan penilaian, atau karena alasan lain yang menjadikan Kontes Ngeblog VOA ini tidak dapat dilanjutkan.

4. Blog ditulis berdasarkan laporan VOA baik dari TV. Radio, Website, Facebook dan YouTube. Blog juga harus mencantumkan secara khusus tanggal, judul dan isi dari laporan VOA yang digunakan.

5. Blog berisi analisis dan saran yang disertai dengan argumen kritis tentang topik yang diangkat, baik yang bersifat negatif maupun positif.

6. Blog dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

7. Tulisan dalam blog harus dimasukkan pada formulir isian lomba yang kami siapkan di situs www.voaindonesia.com

8. Panitia tidak membatasi jumlah blog yang berpartisipasi; peserta dipersilakan mengirim sebanyak-banyaknya. Namun, masing-masing peserta hanya memenangkan hadiah pertama sekali, hadiah kedua sekali dan hadiah ketiga sekali selama berlangsungnya Kontes Ngeblog VOA ini. Hanya akan ada satu pemenang  pertama, satupemenang kedua dan satu pemenang ketiga setiap bulan dan tidak ada pemenang yang berturut-turut mendapatkan hadiah selama 12 bulan pelaksanaan Kontes Ngeblog VOA ini.

10. Pemenang akan diumumkan melalui website VOA Indonesia, dalam waktu enam minggu setelah penutupan periode setiap bulan.

11. Pengiriman tulisan di blog kepada VOA berarti blogger telah mengizinkan VOA untuk memproduksi ulang dan membagikan tulisan tersebut melalui website, Facebook dan Twitter VOA

12. Tulisan pada blog dapat mencantumkan pula foto dan video yang mendukung. Blog yang menggunakan sumber tidak langsung tidak boleh melanggar hak cipta dalam bentuk apapun.

PENJURIAN:
1. Penilaian dilakukan atas penggunaan laporan/ liputan VOA dalam penulisan blog.
2. Penilaian juga didasarkan pada kreativitas, orisinalitas, kedalaman, akurasi dan ide-ide baru yang dimunculkan dalam blog.
3. Penilaian juga berdasarkan jumlah orang yang membaca blog Anda.
4. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.
5. Pemenang akan diumumkan dalam waktu enam minggu setelah penutupan setiap periode lomba di situs VOA dan Facebook VOA dan diinformasikan juga kepada pemenang melalui email.


info lebih lanjut :http://www.voaindonesia.com/info/voa_blogging_contest/2173.html

On 0 komentar

Ketentuan Lomba Menulis Puisi Esai
Hadiah Puisi Esai Denny JA
Terbuka untuk Umum
Berhadiah Total Rp 50.000.000,00

Ketentuan Umum
  • Tema. Tema puisi esai adalah masalah sosial, khususnya masalah sosial yang problematis. Aspek sosial yang dipilih bebas, boleh berupa kisah cinta tak sampai karena perbedaan status sosial ekonomi, agama, ideologi, pandangan politik, dan sebagainya. Puisi esai dianggap berhasil jika temanya menyentuh persoalan masyarakat luas.
  • Penokohan. Tokoh puisi esai adalah sosok di tengah pergulatan sosial maupun sosok yang melibatkan diri dalam situasi sosial yang problematis. Tokoh harus dieksplorasi dan dihadirkan pergulatan psikologis dan gambaran batinnya dan harus menggam-barkan perkembangan psikologis tokohnya. Puisi esai dianggap berhasil jika tokohnya menyentuh pembaca.
  • Alur. Karena puisi esai cenderung panjang, maka pengolahan alur menjadi penting agar unsur dramatik puisi esai dapat dikem-bangkan sebaik-baiknya hingga tidak membosankan.
  • Latar. Latar puisi esai bebas, baik masa kini maupun masa silam, namun harus memiliki dan menghadirkan dimensi sosial yang kritis. Latar puisi esai hendaknya mengacu pada latar sosial yang benar-benar pernah terjadi, baik di masa kini maupun di masa lalu. Acuan pada kenyataan ditunjukkan oleh adanya Catatan Kaki.
  • Catatan Kaki. Catatan Kaki dapat berupa hasil riset/penelitian sosial, makalah, buku ilmiah, maupun pemberitaan di media massa.
  • Bahasa. Puisi esai ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, komunikatif, serta mudah dimengerti. Penggunaan metafora, simbol, rima, metrum, dan berbagai gaya bahasa lainnya, dibolehkan —bahkan dianjurkan— namun harus tetap komunikatif dan mudah dipahami.  Puisi esai dianggap berhasil jika dapat dipahami publik seluas-luasnya.

Ketentuan Khusus
  • Puisi esai ditulis dengan Ms. Word. Panjang puisi esai minimal 10.000 karakter.
  • Puisi esai di kirim ke alamat Jurnal Sajak: jurnal.sajak@email.com dengan cc ke lombapuisi@yahoo.com dan puisiesai2012@yahoo.com dalam bentuk attachment selambat-lambatnya 20 Agustus 2012. dengan nama file menggunakan nama asli Anda (nama lengkap).
  • Tulis identitas di halaman akhir puisi esai yang Anda kirimkan: nama, alamat KTP, alamat email, akun facebook atau twitter (jika ada), dan biodata ringkas.
  • Pemenang lomba menulis puisi esai akan diumumkan di Jurnal Sajak Edisi 4, September 2012 serta di akun twitter @DennyJA_World.
  • Keputusan Dewan Juri tidak dapat digugat. Baik Juri maupun panitia tidak melayani aneka pertanyaan soal mengapa sebuah karya menang atau tidak.
  • Penyelenggara berhak memuat puisi esai yang menang di Jurnal Sajak tanpa memberi honor lagi.
  • Penyelenggara berhak memuat puisi esai yang tidak menang lomba di Jurnal Sajak, dengan honor yang lazim berlaku di Jurnal Sajak

Hadiah
•  Pemenang Pertama Rp 12.500.000,00
•  Pemenang Kedua Rp 10.000.000,00
•  Pemenang Ketiga Rp 7.500.000,00
•  10 Pemenang Hiburan @ Rp  2.000.000,00

Source: http://puisi-esai.com/2012/06/16/2-lomba-menulis-puisi-esai-2/

On 1 komentar

Aku memulakan kisah ini pada medio April 2011. Menyusuri FanPage Facebooknya dari awal (hanya yang terlihat) dibuat. Membaca sebuah note 'Bangsat-bangsat Berkelas -Episode 19'. Sebuah kisah bersambung. Penulis yang hebat bukan? Di sela kesibukannya ia menyempatkan membuat cerita buat para penggemarnya. Aku hanya membaca judul dari note tersebut dan menaikkan 'scroll mouse'. Lagi sangat malas membaca plus mata perih jika menatap layar monitor dalam jangka waktu yang lama.
Penulis hebat? hmmm nantilah kita akan tahu hebat atau sebaliknya.

"Saya menyarankan anda gabung 'goodreads'" Begitulah kira-kira isi postingan lanjutan. Sebuah jejaring yang membahas tentang buku. Saya gabung goodreads bukan karena membaca postingannya. Ah, sepertinya Tere Liye mulai kurang nyaman dengan beberapa fans. Kok gitu? nantilah kita akan tahu seperti apa.

Terlepas dari keabsahan FanPage Tere Liye (apakah benar yang memposting dan ngurusin FP ini dia? apakah bukan penjaga warnet yang iseng? apakah bukan anak SMA yang kurang kerjaan?). Isi postingan-postingan di sana memang satu nada dengan beberapa gagasan yang hendak Tere Liye sampaikan dalam beberapa bukunya. Ah kau sok tau, hmm mau tau?
kalian 'in relationship'/pacaran lantas di umumkan di facebook? memasang foto pacaran, mesra nian nampaknya, sudah kayak mengalahkan suami istri yg menikah 50 tahun saja... sy pikir kalian percuma sdh membaca novel2 sy, jauh2 sana... Source: FP Tere Liye

Dari dahulu, relationship status fb saya dihiden, dari dahulu saya tidak pernah menampakkan foto mesra dengan pacar atau siapapun. Dan itu artinya saya tidak punya kepentingan berarti untuk membela orang yang di potingan tersebut. Niatnya baik, ingin menasihati kalau pacaran itu haram, dan apa gunanya majang foto mesra di jejaring sosial. Tapi, suatu kebenaran yang teramat benar takkan menjadi kebenaran di telinga orang yang disudutkan. Apalagi menggunakan penyampaian saran yang kurang benar.

Ada banyak cara untuk 'menyeleksi' fans. Ada banyak cara untuk mencari teman atau musuh. Dan saya rasa postingan tersebut belum terlalu tepat untuk ukuran penulis. Penulis yang menulis tentang cinta dengan kekentalan islam di dalamnya.

terkadang, cara terbaik membalas hal2 jahat yg ditujukan kpd kita adalah dgn tdk membalasnya.
-tere liye, rembulan tenggelam di wajahmu


Sebenarnya saya jarang sekali komen di profile fb bahkan milik teman terdekat di dunia nyata. Saya lebih suka memperhatikan. Karena itulah, saya selalu terpesona jika melihat kalian begitu semangat komen di page ini, mana panjang2, dan komennya kemana2.

Saya berkali2 mengingatkan, default page ini adalah: SHARE, bukan komen atau like. Jika bermanfaat dan suka, silahkan di-share. Kalau tdk ada tombol share yg terlihat, maka silahkan copy paste, repost.

Mungkin postingan di atas adalah awal kejengkelan Tere Liye. Kebanyakan kita (apalagi abg) begitu semangat ketika berhubungan dengan sesuatu yang famous. Semoga kita bukan salah-satu di dalamnya.

Begitulah ketika kita menyukai atau tidak menyukai sesutu berdasarkan pembuatnya bukan pada apa karyanya. Kita akan membenci sebuah novel-bagus, ketika mengetahui penulisnya tidak bagus.

Tere Liye, sepotong hatinya bukan untuk disanjung-sanjung fans. Dan itu saya kagumi. Darwis Tere Liye, sepotong hatinya yang lain begitu emosi menyampaikan kebenaran. Berharap hanya pada penggemarnya yang mau berpikir terbuka, memahami logika berpikirnya yang tak awam.

Tere Liye ternyata dia seorang laki-laki. Darwis, dahulu ketika mendengar nama ini saya membayangkan bapak-bapak umur 50an, bertubuh gempal dan berkaca-mata. Pada kondisi tertentu, ketidaktahuan jutru lebih menggembirakan dibandingkan pengetahuan. Sama halnya FP ini, saya memilih meninggalkannya. Karena saya memilih tidak tahu tentang apa yang akan dia sampaikan selanjutnya. Dan itu membantu saya membaca karyanya tanpa subjectivitas apa-apa.

On 0 komentar


Ini cerpen tentang apa sih? ini cerpen tentang apa bukan berarti plot. Tema adalah ide pokok, atau beberapa ide yang dikembangkan dengan cara kerja literasi. Cerpen yang baik sejatinya memiliki gambaran lugas tentang apa yang hendak diangkat penulis. Jadi pemilihan tema adalah salah satu faktor kunci keberhasilan sebuah cerpen. 

Kebanyakan penulis pemula(termasuk saya) biasanya berlama-lama di opening, dan kunci pokoknya malah terabaikan.Penulis, sejatinya memanfaatkan ruang sempit pada cerpen sebagai bahan untuk mengeksplor tema utama, menggarisbawahi pesan yang hendak disampaikan agar mampu tercerna dengan baik (tentu saja bukan dengan menggurui, hargai intelektualitas pembaca)

FOKUS
Bukan seperti novel, dibutuhkan kejelian penulis cerpen untuk memasukkan banyak hal ke dalam jumlah huruf yang terbatas. Oleh karena itu, Fokus pada satu isu bisa membuat sebuah tema yang berhasil. Jangan biarkan tema melebar.
Mengetahui apa yang hendak anda sampaikan adalah salah satu cara agar tulisan kita tidak bias dan melebar. Ingatlah! Ide awal ketika anda hendak menulis cerita anda, Jika ditengah tulisan ada ide lain yang masuk dan itu bisa 'diatur' untuk menyokong ide utama. Masukkan. tapi jika tidak, lebih baik abaikan, karena akan merusak ide utama.

UNIK
Tak bisa dipungkiri, dunia kepenulisan cerpen semakin berkembang. Beragam pilihan disodorkan pada pembaca. Tema yang unik bisa membuat sebuah cerpen lebih berwarna dan berbeda (tentu saja, cara pengemasan tulisan juga harus diperhatikan) Seunik apapun, jika dikemas biasa-biasa saja tidak akan lebih menarik dari tema sederhana yang dikemas luar biasa.
Jika anda adalah seorang yang menanamkan kesungguhan untuk menjadi Penulis, maka yakinlah pasti akan ada saatnya menemukan ide-ide brilian tentang tema yang akan diambil, lebih unik, lebih powerfull dari yang anda bayangkan.
Seseorang yang gemar mengamati lingkungan sosial atau apapun itu, juga biasanya lebih mudah mengembangkan ide. So, mulailah berpetualang dengan keranjang idenya

KEJUTAN YANG BERMAKNA
Hampir semua manusia menyukai 'surprise'. Dibuat merinding, terharu, kocak dll. Tema yang baik bisa membantu penulis memberikan kejutan pada pembaca, bahkan mungkin bukan hanya kejadian tak terduga tapi juga memiliki makna yang menggema lebih lama di benak mereka. Mencerahkan.

On 0 komentar

Jujur, saya sangat jarang sekali membaca novel, cerpen, puisi atau apapun yang berbau Surealis. Dan hari ini, saya mendapatkan pencerahan, bahwa aliran ini memiliki daya pikat tersendiri. Berikut saya kabarkan pada kalian beberapa ilmu yang saya dapat di kelas cendol (Sebuah ajang diskusi online tentang kepenulisan).

Inilah surealis, sebuah gerakan (termasuk dalam sastra) yang pada awalnya lahir dari dunia mimipi dan alam bawah sadar. Maka tak heran karya surealis selalu menghadirkan cerita-cerita yang aneh, ganjil dan irasional.
-Agus Linduaji-

Dengan ilmu saya yang masih sempit tentang aliran ini, plus referensi  yang sangat tidak memadai yang saya miliki. Saya mencoba menafsirkan. Bahwa aliran ini membutuhkan 'kesabaran dan kegigihan' extra untuk bisa memahami apa yang dimaksud dari cerita surealis. Membutuhkan ilmu dan daya hayal yang juga luar biasa bagi penulis untuk membuat karya surealis yang menarik. Kalau boleh saya simpulkan, kebanyakan penulis surealis adalah orang yang 'gila'. Orang yang berfikir tidak wajar dari orang kebanyakan seperti saya. Sehingga melahirkan karya-karya yang ganjil, bahkan tabu.


Jika dikatakan bahwa Surealis berawal dari mimpi dan hayalan. Maka aliran lain juga bisa dihayalkan bukan? tapi aliran ini memaksudkan 'mimpi dan hayalan' tadi bukan seperti mimpi dan hayalan aliran lain. Jika fantasy lebih 'mendongeng' maka surealis lebih 'real' tapi tetap tidak masuk akal *nah loh, bingung kan? sama hehe. Surealis lebih mengkritisi, menggugat, blak-blakan, bahkan cenderung menggunakan bahasa yang apa adanya. Meski tetap susah dipahami.(tergantung pembacanya, bagi orang awam seperti saya mungkin saja susah, tapi bagi surealis-holic bisa jadi sangat mudah mencernanya)


Surealis itu aneh. Bagaimana mungkin seorang pengemis bisa menjadi patung karena terlalu lama berdiri? Bagaimana mungkin seorang ibu melahirkan burung gagak?


Entahlah ah, bingung.

Source: Jum'at cendol, 22 juli 2012: menulis surealis. di diskusi fiksi.menulis fiksi. membaca fiksi. (Universal nikko+mayokO aikO)

On 0 komentar

Tahta MahameruTahta Mahameru by Azzura Dayana

My rating: 3 of 5 stars


Saya bingung, ini novel apa 'provokator' yak? haha.. kok 'ngomporin' mulu kerjaannya. Novel ini seakan ga henti-hentinya bilang: "Masihkah kau tetap disini? tanpa pernah mengetahui keindahan bumi kita dengan mata dan hatimu sendiri? Lihat Raja Ikhsan, Lihat Mareta, Lihat Faras.. tak inginkah kamu seperti mereka?"

Penasaran, itu adalah magnet yang menarik untuk terus membuka tiap halaman dari novel ini. Mengapa Faras rela berpetualang menyeberang pulau--mencari Raja Ikhsan, (Ah, ini pasti tentang cinta ... pasti! nebak-nebak ah). Aku seolah tak peduli pada paragraf-paragraf yg terlalu narative, aku penasaran pokoknya. Aku tak peduli pada penceritaan masa lalu yang bertele-tele, aku hanya ingin tau mengapa seorang jilbaber yg kutu buku, mau mati-matian 'mengejar' seorang pria sinis dan tak pernah menghargai perempuan kecuali ibunya. (Ah, rasanya ini bukan hanya tentang cinta, atau bukan tentang cinta sama sekali).

Yang luar biasa dari novel ini adalah penokohan yang begitu kuat. Faras yang religius, polos, cerdas, dan teramat baik. Ikhsan yang sinis, pendendam, cuek, dan sangat egois. Serta Mareta yang easy going, bebas, dan ga mau ambil pusing. Ketiga tokoh utama yang secara bergantian menjadi '1st narator' dalam buku ini, sama-sama memiliki keinginan untuk menjelajah tiap sudut indah di bumi.

Settingnya juga sangat detail, jelas sekali.

Bagiku, novel ini mengangkat ide cerita yang tidak sesederhana ceritanya. Menceritakan tentang Faras yang tak pandang bulu dalam memberikan kebaikannya, serta mengabaikan pemilahan tentang 'orang seperti apa yang harus ia jadikan sahabat?' Sebuah ide cerita yang bagiku luar biasa.

Jika dikatakan novel ini 'renyah' saya sepakat. Penulis seolah-olah ingin tiap katanya bisa dicerna tiap kalangan. Andai saja novel ini tidak menyelipkan dialog-dialog 'wow' saat Faras dan ikhsan berbicara, mungkin saja novel ini akan terasa sedikit 'terlalu renyah'.

Novel inspiratif. Terutama bagi backpacker, Traveler (apa travelista yak, entahlah ga tau), dan para sahabat yang masih memilah-milah tentang orang mana yang lebih pantas menerima 'persahabatanmu'.



View all my reviews

On 0 komentar

Boleh jadi saya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang gaptek. Orang-orang pada beralih menggunakan twitter, tapi saya masih betah menggunakan jejaring sosial Facebook. Meski memang, gaptek atau ga sih tidak bisa diukur melalui jejaring sosial mana yg ia gunakan, atau punya-tidak punya akuntersebut.

Okeh, tidak usah berpanjang lebar pembukaannya.. langsung masuk ke 'biji' nya. Jadi gini nih, Orang cakep yang nulis ini ternyata punya dua akun FB (lah trus? hebat gitu haha). Yang satu buat seluruh teman dunia maya, siapapun kenal ga kenal bisa saya add atau confirm (kecuali kalau fb orang yg add saya, telah saya ketahui itu adalah fb fiktif). Nah, yang satunya lagi nih, cuma untuk orang-orang yg benar2 saya kenal. FB pertama termasuk akun yg lebih sering saya gunakan dari FB kedua. Kenapa? karena ternyata jumlah teman fb yang banyak akan berbanding lurus dengan jumlah komen dan jumlah orang yang mau diajak chat. :)

Dan hari ini, entah ada jin dari mana yang menggerakkan hati untuk membuka FB kedua. Benar seperti dugaan saya. Hanya ada 5 orang teman yang online, dan saat apdet status pun, ga ada yang komen (nasebb nasebb,, ketauan banget ya kalo manusia itu emang butuh diperhatiin.. salah satunya kepengen status Fbnya di komen wakaka). Jadi gini, kita anggap saja menulis status fb adalah pekerjaan 'berbicara' dan menulis koment di status orang adalah pekerjaan 'mendengar'. dan yang terakhir, ngintip2 profil orang kita anggap pekerjaan 'mengamati' haha.

Seperti ada sesuatu yang menyadarkan saya, bahwa kadang kita harus 'mendengarkan'. Memahami orang lain, menyaring tiap sari kebaikan dan membuang hal-hal negatif dari 'pembicaraan' orang2 di fb. Bagi sebagian orang 'mendengarkan' adalah sesuatu yang sangat susah dilakukan. Menurut saya, itu hanya masalah kebiasaan dan kekurang-pekaan saja. *salam sok tau. :P

On 0 komentar

Malam, kali ini aku hanya akan bercerita tentang dua mata.

Pada gelapmu yang hampir habis diambil subuh, aku akan menghabiskan bergelas kopi. Memindai lamun masa lampau menjadi benang-benang kenang. Kenang tentang apa? Tentang kamu dan dua mata.

Malam, kali ini... aku janji hanya kali ini. Aku akan berlama-lama dengan insomnia. Boleh?

Pada purnama yang kau sajikan di hari ke empat belas, aku takkan meneguk setetes air putihpun. Aku ingin tetap terjaga. Itu saja. Karena aku merindu degup jantung yang berdebar, memikirkanmu dan dini hari yang hampir menjemput kita dengan sebaris kata 'PISAH'.

Ada jutaan embun yang setia turun sebentar lagi. Menemani kita dengan dingin yang nyaris sama dengan hari-hari sebelumnya. Meski kali ini, kau memaksa menghadiahkan dua matamu untuk kunikmati terakhir kalinya. "Inilah cinta, dan seperti inilah semestinya cinta mengajarkan ketulusan, tanpa pamrih, dan apa adanya" kau menggamit tanganku, meski gerimis telah datang perlahan di hati yang begitu rentan dan rapuh. Gerimis tentangmu yang tak lagi sama seperti dahulu.

Ah, malam. Pada hitammu yang telah berubah menjadi perak--matahari yang semena-mena. Kita akan berpisah secepat ini.

Aku belum mau tidur.. BELUM MAU.
Ceritakan lagi, dongengkan lagi.. tentang mata dan jangan pergi.